Istilah diatas kita sering dengar, namun barangkali ada teman2 yg belum memahami artinya. Sama pula dengan saya sebenarnya, sehingga saya tertarik ingin mengetahui arti dan makna kata2 yg sering diucapkan tersebut.
Materi ini saya dapat dari sebuah buku. Sekedar sharing saja, jika ada yang kurang dalam penyampaiannya mohon dikoreksi dan sebelumnya saya mohon maaf sebesar-besarnya.
Mungkin kita sering mendengar atau bahkan mengucapkan ucapan selamat atau do’a kepada saudara/kerabat/teman yang akan menyempurnakan setengah agamanya dengan suatu kalimat “Semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah.” Kalimat tersebut sangat familiar bukan?
Kamis, 20 Desember 2012
Jumat, 30 November 2012
# SUAMIKU bukanlah LUQMANUL HAKIM!! #
"Mas, rasanya lucu Dinda nulis surat ini, lha setiap hari kan kita ketemu. Tapi ya hanya ketemu secara fisik, hatinya masih belum pas.
Ada hal yang masih kurang Dinda rasakan dan berharap cepat dilakukan, mengingat umur yang makin berkurang. Mungkin Dinda salah, tapi ya itu yang Dinda rasakan.
Menurut Dinda, selama ini Mas hanya mengejar hal-hal yang bersifat duniawi semata. Padahal menurut ilmu yang Dinda dapat, kalau kita mengejar dunia ya dapetnya hanya dunia, tapi kalau kita mengejar akhirat, insya Allah akan mendapatkan dunia dan akhirat.
Kamis, 29 November 2012
# DICARI SUAMI IDEAL!! #
Oleh: Cahyadi Takariawan
dakwatuna.com - “Mencari suami ideal dimana ya pak ?” tanya mbak Diyan Hastari pada postingan saya terdahulu tentang Sepuluh Karakter Suami Ideal. Sebuah pertanyaan yang menarik.
Adakah sebuah tempat yang menyediakan suami ideal, dimana para perempuan lajang yang hendak menikah tinggal memilih dan membawanya pulang ? Adakah supermarket yang menyediakan stock suami ideal dan kita tinggal membayar harganya di kasir ? Bahkan, adakah seseorang yang bisa disebut sebagai suami ideal ?
Ideal itu adalah proses dan usaha “menjadi”. Bukan pada “hasil jadi” yang bernama “suami ideal”. Namun justru pada proses dan usaha yang terus menerus dilakukan untuk mencapai “hasil jadi” tersebut, yang ujungnya belum tentu akan sampai kepada titik idealitas yang diharapkan. Belum tentu sampai, namun proses dan usaha itulah yang memberikan arti dan makna dalam diri kita.
Kamis, 22 November 2012
#PETER PAN SYNDROME vs CINDERELLA COMPLEX #
Ternyata pada saat ”penjajakan”, masing-masing dari mereka tidak sempat mengenali pasangannya dari sudut pandang pengasuhan. Mereka tidak menyadari bahwa di dalam diri pasangan atau diri mereka sendiri, terdapat jiwa-jiwa peter pan dan cinderella.
Apa itu Sindrom Peter Pan ?
Kamis, 18 Oktober 2012
# LIMA RUDY.... SUKSES YANG MANA?? #
# LIMA RUDY.... SUKSES YANG MANA?? #
Saya ingat waktu di SMA dulu, kami (murid) harus menjalani test IQ untuk penjurusan. Sekolah saya menetapkan bahwa murid2 dengan IQ tinggi bisa masuk ke jurusan IPA/Science. Murid dengan IQ sedang hanya bisa masuk jurusan Sosial dan yang paling rendah IQnya hanya diijinkan untuk masuk ke jurusan Bahasa.
Aturan di sekolah saya ternyata berlawanan dengan aturan dari SMA swasta terkenal di Yogyakarta yang mengarahkan anak-anak yang ber IQ paling tinggi justru ke jurusan Bahasa.
Minggu, 14 Oktober 2012
* DICARI... LUQMANUL HAKIM!!! *
* DICARI... LUQMANUL HAKIM!!! *
Oleh ADRIANO RUSFI, Psi.
"DUHAI Ananda, usah kau sekutukan Allah. Sungguh menyekutukan Allah itu aniaya yang besar"
TERBAYANG kalimat itu mengalir dari bibir lembut seorang ibu, mengajarkan tauhid pada Sang Buah Hati sambil mengusap rambutnya dengan penuh cinta. Terbayang raut wajah teduh keibuan, berbekal sayang bercampur cemas menasihati anaknya yang manja dipangkuan, agar terhindar dari murka Allah.
Tapi tidak. Itu ternyata bukan petuah bunda. Itu ternyata adalah nasihat seorang ayah yang sedang menjalani tanggung jawab kelelakiannya sebagai Muslim untuk mendidik anaknya. Petuah itu mengalun dari hati seorang lelaki sejati bernama Luqmanul Hakim, yang sadar penuh akan titah syariah bahwa kelelakiannya bukan hanya untuk membuahi dan mencari nafkah, tapi juga sebagai pendidik.
* PERAN AYAH dalam PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK *
Peran ayah sangat penting dalam mengembangkan kegigihan dan ketekunan seorang anak. Karakter tersebut menjadi landasan bagi anak dalam menghadapi tekanan kehidupan dan berhasil dalam hidupnya.
Peran ayah sangat penting dalam mengembangkan kegigihan dan ketekunan seorang anak. Karakter tersebut menjadi landasan bagi anak dalam menghadapi tekanan kehidupan dan berhasil dalam hidupnya.
Studi baru oleh para peneliti dari School of Family Life di Brigham Young University menunjukkan, ayah mempu nyai posisi yang unik dalam menolong anak mereka mengembangkan karakter gigih dan tekun. Riset para peneliti BYU itu diterbitkan dalam jurnal Early Adolescence, 15 Juni 2012.
Profesor Laura Padilla-Walker dan Randal Day mencapai kesimpulan itu setelah mengikuti perkembangan 325 keluarga selama beberapa tahun. Seiring berjalannya waktu, sifat gigih diperoleh anak dari para ayah. Sikap ini berdampak postif yakni lebih tinggi nya keterlibatan anak di sekolah dan tingkat kenakalan lebih rendah.
Profesor Laura Padilla-Walker dan Randal Day mencapai kesimpulan itu setelah mengikuti perkembangan 325 keluarga selama beberapa tahun. Seiring berjalannya waktu, sifat gigih diperoleh anak dari para ayah. Sikap ini berdampak postif yakni lebih tinggi nya keterlibatan anak di sekolah dan tingkat kenakalan lebih rendah.
Langganan:
Postingan (Atom)






