 |
| Add caption |
Perawakannya lumayan gagah untuk ukuran lelaki seusianya. Tinggi besar, bersuara lantang dan senantiasa menebar pesona wibawa. Memasuki usia paruh baya, rupanya ada saja keisengan yang dilakukannya.
Aku mengenalnya di sebuah pertemuan, lebih dari lima tahun yang lalu. Setahun kemudian kami bertemu kembali, kali ini aku menjadi panitia sebuah seminar, yang rupanya dihadiri oleh si bapak gagah paruh baya (
sebut saja demikian).
"Pa kabar mbak...?", sapanya
"Baik pak... Alhamdulillah bapak bisa hadir. Silakan absen pak", ujarku ramah
"Tolong, mbak aja deh yang absenin nama saya", balasnya
"Baik pak... Maaf saya lupa, nama bapak?", tanyaku